Tidak semua kabar baik langsung terasa menyenangkan. Ada kabar yang datang bersamaan dengan rasa ragu, pikiran yang bercabang, dan pertanyaan yang pelan-pelan mengendap di kepala. Begitu juga yang aku rasakan saat Tanggal proses penyerahan SK semakin dekat. Di satu sisi ada rasa syukur, di sisi lain ada kegamangan yang sulit diabaikan.
Salah satu hal yang paling berat untuk diterima adalah jarak. Lokasi kerja yang berada cukup jauh dari rumah, ketika jarak bukan hanya soal kilometer, tetapi juga tentang energi, waktu, dan kesiapan mental untuk menjalaninya setiap hari.
Dengan berat hati aku harus menjalani, sembari mencari sebenarnya apa yang sedang Allah siapkan di tempat ini. Mencoba bertahan sambil membuka mata dan hati.
Berusaha mencari jawaban melalui pengalaman sehari-hari. Dengan harapan lingkungan kerja yang akan aku temui melebihi ekspektasi. Orang-orangnya hangat, saling menghargai, dan tidak memaksaku menjadi versi lain dari diri sendiri. Berharap aku diterima apa adanya, tanpa harus menyesuaikan diri secara berlebih.
0 comments:
Posting Komentar