Minggu, 23 November 2025

CURHAT..

Ada orang yang kalau dilihat sepintas kelihatan tenang, rapi, terkendali seperti hidupnya tidak pernah berantakan. Padahal kalau kamu duduk sebentar di sampingnya dan mendengarkan detak hatinya, kamu akan tahu betapa banyak hal yang sedang ia jaga supaya tidak runtuh bersamaan.

Dia yang selalu bilang "Ngga apa-apa," karena ia sudah terlalu sering belajar bahwa tidak semua luka pantas dijelaskan. Beberapa cukup disembuhkan perlahan tanpa suara.

Dia yang terlihat mengerti banyak hal kadang justru yang paling bingung tentang dirinya sendiri. Orang-orang mengira dia kuat, padahal ia bertahan karena ia tahu ambruk bukan pilihan.

Ada masa-masa ketika ia ingin berhenti hanya untuk merasakan napasnya sendiri tanpa beban yang menempel di punggungnya. Tapi dunia jarang memberi jeda. Jadi ia belajar diam, belajar menerima, belajar berjalan lagi. Dan yang paling menyayat adalah ketika ia ingin berkata jujur tentang capeknya, tapi kata-kata menguap sebelum keluar. Karena ia tak ingin dianggap mengeluh, tak ingin merepotkan, tak ingin orang menjauh atau salah paham. 

Padahal kalau orang tahu, ia hanya butuh bahu, bukan nasihat. Butuh telinga, bukan penilaian. Tapi begitulah hidup, kadang yang paling lembut justru paling sepi. Namun di balik semua sunyi itu, ada satu hal yang membuatnya tetap bertahan ia percaya bahwa setiap beban yang ia pikul diam-diam pasti dilihat olehNya. Dan itu cukup menjadi alasan untuk berdiri satu kali lagi setelah hampir jatuh.

0 comments:

Posting Komentar