Ada fase di hidup ini mungkin juga terjadi di banyak orang. Fase dimana ketika diri berani membuka pintu. Bukan karena sudah sangat siap, tapi karena sadar, menutup diri terus-menerus juga bukanlah sebuah jawaban.
Di fase itu, aku diingatkan kembali pada beberapa hal penting;
Bahwa tidak semua langkah harus berakhir pada tujuan besar. Kadang langkah itu cukup untuk mengajarkan cara berjalan yang lebih benar.
Beberapa pertemuan pun memang hanya ditakdirkan sampai tahap menguji ketenangan. Bukan untuk tinggal, bukan untuk dilanjutkan, tapi untuk mengembalikan kita ke posisi yang lebih seimbang.
Disitu ego sedikit diluruskan, ekspektasi diturunkan, dan hati diajak kembali ke titik tengah; tidak terlalu berharap, tidak pula menutup diri.
Aku juga belajar bahwa menunggu dengan sadar lebih menenangkan dari pada bergerak karena gelisah. Dan menahan diri di waktu yang tepat adalah bentuk keberanian yang sering tidak terlihat.
Tentunya proses ini tidak mengubah arah hidupku secara drastis. Ia hanya menggeser sedikit caraku memandang; tentang kesiapan, tentang harapan, dan tentang pentingnya tetap tenang di tengah kemungkinan.
0 comments:
Posting Komentar