Di dalam diriku, bersemayam berbagai sisi kepribadian yang saling mempengaruhi. Caraku bersikap akan berubah tergantung dengan siapa aku bicara —apakah saat sendirian, bersama orang tua, teman, atau orang asing yang tak ku kenal. Terkadang aku bisa menjadi seorang perfeksionis yang teliti, namun di saat yang lain, aku bisa menjadi sangat pasif dan pemalas.
Ada waktu di tengah malam ketika aku terjaga, di dorong oleh pikiran-pikiran berat yang memenuhi kepala. Namun, di sudut hati yang lain, masih tersimpan jiwa romantis yang sederhana. Ia yang selalu membayangkan indahnya melihat matahari terbenam di cakrawala pantai bersama orang tersayang.
Terkadang, sisi sosiofobia ku muncul dan menciptakan kepanikan di tengah keramaian. Namun, perasaan itu harus hidup berdampingan dengan sisi aktivis di dalam diriku; ia yang ingin membantu semua orang dan mengenal setiap jiwa.
Meski terlihat bertentangan, mereka semua bukanlah orang yang berbeda. Mereka adalah kepingan yang bersatu membentuk satu "Aku" yang sesungguhnya.
0 comments:
Posting Komentar